
LMNNews // TAKALAR, 10 September 2026 – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kabupaten Takalar mendapat sorotan tajam dari pimpinan lembaga kemasyarakatan.
Mirwan., S.H., M.H Ketua Umum Lembaga ELHAN-RI, menyampaikan pernyataan sikap resmi yang menekankan urgensi penanganan masalah ini tanpa penundaan.
“Kami mendesak pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat melalui instansi terkait, untuk bergerak cepat melakukan pemantauan menyeluruh dan turun langsung ke lapangan,” tegas Mirwan., S.H., M.H.
Ia menilai kelangkaan stok dan antrean yang terus berulang bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan mengganggu stabilitas roda perekonomian masyarakat dan menimbulkan keresahan luas.
Poin Penting Desakan:
1. Pemantauan Rutin: Pastikan distribusi lancar dan stok tersedia merata di seluruh SPBU Takalar.
2. Temukan Akar Masalah: Periksa jalur distribusi, ketersediaan pasokan, dan tata kelola di lapangan.
3. Solusi Nyata: Cegah antrean berkepanjangan yang merugikan waktu dan biaya masyarakat.
Lembaga ELHAN-RI berharap langkah cepat ini juga bisa menyentuh isu kelangkaan gas LPG 3 kg yang turut dikeluhkan warga.
Red…

Tinggalkan Balasan