

ACEH TENGGARA – Musibah kebakaran menghanguskan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Asholihin yang berada di Desa Lawe Kongker (Lawe Kukhuk), Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Jumat malam (7/8/2026). Peristiwa tersebut mengundang perhatian masyarakat setelah kobaran api yang membesar terlihat dari kejauhan dan foto-fotonya beredar luas di media sosial.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, api dengan cepat melalap bangunan pondok pesantren. Besarnya kobaran api diduga dipicu oleh material bangunan yang mudah terbakar sehingga si jago merah dengan cepat menguasai hampir seluruh bagian bangunan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan dari pihak terkait.
Suasana di lokasi tampak mencekam. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, sementara kobaran api terus membesar dan menghanguskan bangunan. Sejumlah warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi agar tidak ikut terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran. Aparat dan petugas terkait diperkirakan akan melakukan penyelidikan setelah proses pemadaman selesai dilakukan guna mengetahui sumber api serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian.
Belum diperoleh informasi resmi mengenai jumlah bangunan yang terbakar maupun besarnya kerugian material yang ditimbulkan. Selain itu, belum ada laporan resmi terkait adanya korban jiwa ataupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Masyarakat berharap seluruh santri, pengasuh pondok, serta warga sekitar berada dalam keadaan selamat.
Peristiwa ini menjadi perhatian banyak pihak mengingat pondok pesantren merupakan tempat menimba ilmu agama yang dihuni para santri. Musibah tersebut tentu meninggalkan duka bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Asholihin dan masyarakat Aceh Tenggara.
Ucapan doa dan dukungan terus mengalir melalui berbagai platform media sosial. Warga berharap pemerintah daerah, instansi terkait, dan para dermawan dapat memberikan bantuan kepada pihak pesantren agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali berjalan setelah musibah ini.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kebakaran dan jumlah kerugian yang sebenarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pendataan masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah adanya keterangan resmi dari aparat maupun instansi terkait.[Samsur Rizal, S.T.]

Tinggalkan Balasan