
ACEH TENGGARA – Suasana penuh kekeluargaan, kebersamaan, dan nilai-nilai religius mewarnai kegiatan syukuran serta doa bersama yang digelar calon Kepala Desa Telaga Mekar nomor urut 2, Ripa Andika Pelas, S.E., bersama Junianto, S.Pd., menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Telaga Mekar, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diikuti keluarga besar kedua pihak tersebut bukan sekadar ajang berkumpul dan mempererat hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual dalam menyongsong pesta demokrasi tingkat desa yang diharapkan berlangsung aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat.
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkades, Ripa Andika Pelas, S.E., dan Junianto, S.Pd., memilih menjadikan momentum menjelang pemilihan sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan, membangun kebersamaan, serta memanjatkan doa demi kebaikan dan masa depan Desa Telaga Mekar.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan yang diterima, syukuran berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Sejumlah anggota keluarga dan masyarakat tampak duduk bersila bersama di atas tikar yang terbentang di dalam rumah. Dengan kedua tangan menengadah, para peserta terlihat khusyuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Tidak terlihat kemewahan berlebihan dalam kegiatan tersebut. Sebaliknya, kesederhanaan, kekompakan, dan kehangatan hubungan antarsesama menjadi gambaran yang menonjol. Para peserta dari berbagai kalangan usia mengikuti rangkaian doa dengan penuh kekhusyukan, mencerminkan kuatnya tradisi kebersamaan dan nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Bagi keluarga besar kedua pihak, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memohon petunjuk, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT agar setiap langkah yang ditempuh senantiasa berada di jalan yang baik.
Syukuran tersebut juga mencerminkan bahwa perjuangan menghadapi Pilkades tidak hanya membutuhkan persiapan, komunikasi, dan dukungan masyarakat, tetapi juga harus dibarengi doa, ketulusan niat, serta kesadaran bahwa setiap amanah kepemimpinan mengandung tanggung jawab besar.
Ripa Andika Pelas, S.E., yang maju sebagai calon kepala desa nomor urut 2, bersama Junianto, S.Pd., yang dipersiapkan sebagai calon sekretaris desa, diharapkan dapat membawa semangat baru bagi pembangunan dan kemajuan Desa Telaga Mekar. Adapun pengangkatan perangkat desa tetap harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Semangat yang dikedepankan adalah membangun Desa Telaga Mekar sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai sosial, budaya, dan keagamaan, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang keluarga, kelompok, golongan, maupun pilihan politik.
Dalam kehidupan masyarakat desa, kepemimpinan bukan sekadar menduduki jabatan atau memiliki kewenangan administratif. Lebih dari itu, seorang kepala desa dituntut mampu menjadi pengayom, pemersatu, sekaligus pelayan masyarakat yang siap mendengar berbagai persoalan dan mencari penyelesaian secara adil serta bijaksana.
Harapan terhadap lahirnya kepemimpinan yang amanah menjadi semakin penting karena pemerintah desa merupakan unsur pemerintahan yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan keuangan desa, hingga pelaksanaan program bantuan sosial, semuanya membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan umum.
Karena itu, Pilkades Telaga Mekar diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa melalui proses demokrasi yang sehat, terbuka, serta menjunjung tinggi kebebasan dalam menggunakan hak pilih.
Ripa Andika Pelas, S.E., dan Junianto, S.Pd., diharapkan dapat menjadikan semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan syukuran tersebut sebagai landasan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan pemilihan.
Dukungan keluarga besar tentu menjadi salah satu kekuatan moral dalam menghadapi kontestasi politik di tingkat desa. Namun, kepercayaan masyarakat tetap harus diperoleh melalui sikap, keteladanan, gagasan, serta komitmen nyata untuk memperjuangkan kepentingan warga.
Pesta demokrasi tingkat desa sering kali memiliki dinamika tersendiri karena hubungan antara calon, pendukung, dan masyarakat umumnya terjalin sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan pilihan politik bahkan dapat terjadi di antara kerabat, tetangga, maupun sahabat.
Oleh sebab itu, seluruh pihak diharapkan mampu menjaga suasana tetap kondusif agar proses pemilihan tidak meninggalkan persoalan sosial yang berkepanjangan. Persaudaraan yang telah terbangun selama bertahun-tahun jauh lebih berharga daripada persaingan politik yang berlangsung dalam satu momentum pemilihan.
Menang atau kalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menerima hasil pemilihan sesuai ketentuan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan syukuran dan doa bersama, Ripa Andika Pelas, S.E., dan Junianto, S.Pd., bersama keluarga besar menyongsong Pilkades dengan harapan agar seluruh tahapan demokrasi berjalan lancar, aman, dan damai, tanpa intimidasi, permusuhan, ataupun tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Kegiatan bernuansa keagamaan tersebut juga mengandung pesan moral bahwa setiap orang berhak memiliki cita-cita dan berusaha memperoleh kepercayaan masyarakat. Namun, hasil akhir harus disikapi dengan kerendahan hati, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab.
Doa yang dipanjatkan dalam suasana kebersamaan menjadi simbol harapan agar perjuangan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membawa manfaat dan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
Sebab, jabatan kepala desa pada hakikatnya merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat yang memberikan kepercayaan, tetapi juga secara moral di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Seorang pemimpin desa dituntut mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok pendukungnya. Pelayanan publik tidak boleh dibedakan berdasarkan pilihan politik warga dalam Pilkades.
Begitu pula dalam pengelolaan pembangunan dan pelaksanaan program bantuan pemerintah, prinsip keterbukaan, keadilan, dan pemerataan harus menjadi perhatian utama agar masyarakat memperoleh hak dan kesempatan yang sama sesuai ketentuan yang berlaku.
Apabila kelak memperoleh kepercayaan masyarakat, Ripa Andika Pelas, S.E., diharapkan mampu merangkul seluruh warga Desa Telaga Mekar, termasuk masyarakat yang memiliki perbedaan pandangan politik selama proses pemilihan.
Sementara itu, Junianto, S.Pd., yang dipersiapkan sebagai calon sekretaris desa, diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui kemampuan administrasi, kedisiplinan, dan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa yang tertib, profesional, serta akuntabel apabila nantinya diangkat sesuai prosedur yang berlaku.
Keharmonisan antara kepala desa, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Tanpa persatuan dan kerja sama, berbagai program pembangunan akan sulit mencapai hasil maksimal. Sebaliknya, dengan komunikasi yang baik dan semangat gotong royong, berbagai tantangan yang dihadapi desa dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Dalam konteks tersebut, kegiatan syukuran yang dilaksanakan Ripa Andika Pelas, S.E., dan Junianto, S.Pd., bersama keluarga besar memiliki makna lebih luas daripada sekadar tradisi menjelang pemilihan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan suatu desa tidak hanya terletak pada sosok pemimpinnya, tetapi juga pada persatuan masyarakat, kepedulian antarsesama, dan kesediaan untuk bekerja bersama demi kepentingan umum.
Menjelang hari pemungutan suara, masyarakat Desa Telaga Mekar diharapkan menggunakan hak pilih secara bijaksana dengan mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan, integritas, serta program yang ditawarkan masing-masing calon kepala desa.
Pilihan masyarakat harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi di tingkat desa. Tidak boleh ada tekanan, paksaan, maupun perlakuan diskriminatif terhadap warga hanya karena perbedaan dukungan politik.
Seluruh calon juga diharapkan menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi, mengedepankan persaingan yang sehat, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai nilai persaudaraan. Kemenangan yang diperoleh melalui proses demokrasi yang jujur dan bermartabat akan memiliki makna lebih besar karena lahir dari kepercayaan masyarakat, bukan dari perpecahan ataupun tekanan.
Dengan semangat syukuran dan doa bersama tersebut, Ripa Andika Pelas, S.E., dan Junianto, S.Pd., bersama keluarga besar menyongsong Pilkades Telaga Mekar dengan penuh harapan agar setiap langkah yang dilakukan memperoleh rida Allah SWT.
Harapan terbesar bukan hanya keberhasilan dalam menghadapi pemilihan, melainkan juga terwujudnya Desa Telaga Mekar yang semakin maju, masyarakatnya hidup rukun, pelayanan pemerintahannya semakin baik, serta pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata.
Pada akhirnya, Pilkades bukan sekadar ajang perebutan jabatan kepala desa, melainkan momentum penting untuk menentukan arah pemerintahan dan kehidupan masyarakat selama masa kepemimpinan berikutnya.
Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah harus mampu membuktikan bahwa kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling sungguh-sungguh bekerja, melayani, dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Dari suasana sederhana sebuah syukuran keluarga, tersimpan harapan besar akan lahirnya kepemimpinan yang mampu menyatukan perbedaan, merawat persaudaraan, menegakkan keadilan, serta membawa Desa Telaga Mekar menuju kehidupan yang lebih makmur, sejahtera, dan bermartabat.
Sebab, pemimpin sejati bukanlah mereka yang hanya hadir ketika membutuhkan suara rakyat, melainkan mereka yang tetap berdiri bersama rakyat ketika amanah dan tanggung jawab telah berada di pundaknya.

Tinggalkan Balasan